“Kita semua harus bertekad dan bekerja keras agar target ini dapat dicapai”, pungkas Wapres.

Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa dalam sambutan pengantarnya menyampaikan bahwa stunting menentukan kualitas manusia di masa depan. Pada Tahun 2020 World Bank mengeluarkan Human Capital Index (HCI) dan Index ini mengukur kualitas produktivitas optimum penduduk di masa depan yang antara lain ditentukan dari waktu anak hingga usia sampai 5 Tahun. Nilai HCI Indonesia Tahun 2020 adalah 0,54. Angka ini menggambarkan bahwa balita Indonesia saat ini hanya akan mencapai 54% dari potensi maksimalnya di masa dewasa. Jika permasalahan ini dapat diatasi maka generasi kedepan akan lebih menjadi produktif, daya saing dan cita-cita untuk meraih bonus demografi dapat tercapai.

Berdasarkan data dari World Bank 2020, permasalahan stunting di Indonesia berada di urutan ke 115 dari 151 Negara di dunia. Penyebab tingginya angka stunting diantaranya kurangnya asupan gizi kronis, rendahnya cakupan akses air dan sinitasi penduduk yang memiliki akses air minum berkualitas, rendahnya pendidikan orang tua, pola asuh yang salah serta kurangnya tenaga kesehatan terutama ahli gizi dalam pemantauan perkembangan balita.

www.lintasberita1.com *#TIM#*