Lebih lanjut Edy menjelaskan, antisipasi jangka pendek mulai dari menyelenggarakan operasi pasar bawang merah dan cabai rawit, serta komoditas lainnya bekerja sama dengan BULOG, gerakan nasional pengendalian inflasi pangan yakni sekuyan lombok, pemberian subsidi biaya transportasi serta penguatan komunikasi belanja bijak untuk menjaga masyarakat dan menahan perilaku konsumtif.
“Bapak Gubernur juga telah menyampaikan kebijakan dalam mengambil langkah-langkah, pertama dengan melaksanakan Rakor TPID se-Provinsi Kalimantan Tengah untuk melakukan intervensi terhadap beberapa bahan kebutuhan pokok terutama untuk pangan. Kita bisa bekerja keras bersama dengan seluruh stakeholders terkait untuk menekan inflasi di Kalteng dan bisa berlangsung dengan baik di lapangannya,” ungkapnya.
Sebagai informasi, andil inflasi sepanjang Januari hingga Juli 2022 disebabkan pangan (kelompok makanan, minuman dan tembakau), disebabkan karena beberapa faktor diantaranya pengaruh cuaca yang tidak menentu, serangan hama pada padi, kenaikan harga pupuk dan pakan ternak.
Sementara pada non pangan disebabkan karena adanya kenaikan harga minyak dunia yang memberi dampak pada kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia dan juga penyesuaian tarif angkutan udara.
www.lintasberita1.com *#TIM#* (MMC)

