Dalam Rakor tersebut, Gubernur Kalteng melalui Wakil Gubernur H. Edy Pratowo menyampaikan beberapa usulan Proyek Prioritas Strategis di Kalteng, diantaranya Pemenuhan Standar 2-7-2 Ruas Jalan Nasional di Prov. Kalteng Ruas Palangka Raya – Bagugus – Bukit Batu – Lungkuh Layang – Kalahien – Buntok – Ampah – Dayu -Tamiang Layang – Pasar Panas (Batas Kalsel) (266,70 Km), Peningkatan Jalan Benangin – Lampeong – Bts. Kaltim ( 59,20 Km), Pembangunan dan Peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kota Tani 1 (Dadahup) Kabupaten Kapuas dengan kapasitas 10 L/detik, 600 SR, Pembangunan Kawasan Budidaya Udang Vaname (Shrimp Estate) di Kabupaten Sukamara, pengerukan Dasar Sungai Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Pembangunan UPPKB Simpang Runtu di Kabupaten Kotawaringin Barat dan UPPKB Sampit Bagendang di Kabupaten Kotawaringin Timur serta UPPPKB Lamandau di Kabumpaten Lamandau, Pembangunan Bendungan Multiguna Muara Juloi, Kabupaten Murung Raya, peningkatan Kanal Banjir Saluran Primer XVII (4 Km) dan Saluran Alam Bukit Raya (1,3 Km) Kota Palangka Raya, Rekontruksi saluran drainase utama jl. Raden Saleh Kota Palangka Raya (800 m) serta Pembangunan WaterFront City di Kota Palangka Raya.

“Proyek prioritas strategis yang kita usulkan didasari kebutuhan yang tentu dengan memperhatikan potensi Kalteng yang luar biasa, bila tidak dikembangkan maka ia akan menjadi potensi yang mati dan statis.  Ide dan gagasan bapak Gubernur yang luar biasa, diharapkan dapat terealisasi dengan dukungan pemerintah pusat” ucap Wagub Edy Pratowo seusai mengikuti rakor.