Sementara itu, Pj Bupati Pulang Pisau Nunu Andriani menyampaikan beberapa bulan terakhir komoditas beras mengalami kenaikan harga sehingga Pemerintah terus memastikan ketersediaan beras yang ada di Kalteng khususnya di Kabupaten Pulang Pisau, dalam rangka stabilisasi harga dan juga untuk mengatasi inflasi.
“Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau mendukung Program Strategi Nasional Food Estate yang diinisiasi oleh Pemerintah Pusat, dengan mengoptimalkan potensi yang ada khususnya pada sektor pertanian untuk melaksanakan pengembangan padi berbasis kawasan,” ungkapnya.
Nunu menyebut, Food Estate ini juga merupakan upaya Pemerintah dalam menangani inflasi khususnya beras. “Dimana inflasi tertinggi adalah beras lokal atau pera,” jelasnya.
Saat dibincangi, Wagub mengatakan hasil panen tahun ini ada peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. “Tahun lalu hasil panen kita 5,7 ton per hektar, hari ini 6,8 ton per hektar, varietasnya sama, PB, berarti ada perbaikan dalam upaya optimalisasi lahan ini sehingga produktivitasnya meningkat. Jadi tidak salah wilayah ini menjadi sentra produksi padi dan Pemerintah Provinsi terus mendorong agar hilirisasi dibangun di sini, apalagi kalau ada hilirisasinya nanti supply bahan baku bisa kita peroleh dari wilayah Kecamatan Bataguh Desa Terusan,” tandasnya.

