PALANGKA RAYA. lintasberita1. com – Dalam rangka mencengah penyebaran Covid-19 di lingkungan Universitas Palangka Raya, Rektor Universitas Palangka Raya Andrie Elia melakukan Lockdown terbatas pada lingkungan salah satu kampus ternama di Kota Cantik tersebut. Senin (26/10/2020).

“Ini kami lakukan dengan memperhatikan kondisi lingkungan kampus, yang mana akhir-akhir ini dengan telah ditemukannya beberapa civitas akademika terkonfirmasi positif Covid-19 dan satu diantaranya telah meninggal dunia,” ucap rektor.

Lebih lanjut Ia juga menjelaskan, langkah tersebut diambil dalam rangka menjamin kemananan dan keselamatan seluruh civitas akademika terhadap transmisi Covid-19 di lingkungan kampus UPR dan sebagai implementasi Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Corona Virus Disease 2019 pada satuan Pendidikan.

Oleh karena itu, berdasarkan Surat Edaran nomor 4603/UN24/TU/2020Perihal Laporan Perkembangan Transmisi Covid-19, seluruh pengurus diwajibkan untuk melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan kampus, melakukan tracing dan pendataan civitas akademika yang merupakan kontak erat dengan penderita Covid-19.

Seluruh civitas juga diwajibkan untuk mengikuti Tes Swab PCR masif kepada seluruh kontak erat yang terdata 71 orang yang berhadir saat visitasi akreditasi. Kemudian pihak kampus juga akan merencanakan kembali Tes Swab PCR kepada civitas akademika lainnya yang kontak langsung dengan warga baru yang terkonfirmasi dari hasil Tes Swab PCR tahap pertama.

“Dari hasil Tes Swab PCR dilakukan tanggal 25 Oktober 2020 terdapat 4 orang positif Covid-19 dan saat ini sedang dilakukan langkah-langkah penanganan oleh Satgas Covid-19 di RSUD dr Doris Sylvanus. Pada tanggal 26 Oktober 2020 kemarin, kami akan melakukan Tes Swab PCR kembali bagi civitas yang belum termasuk pendataan,” jelasnya.

Rektor juga mengingatkan agar civitas akademika di UPR tidak kendor dalam mematuhi protokol kesehatan. Khususnya bagi dosen yang memiliki agenda bertemu orang banyak, dalam rangka penelitian, perjalanan dinas dan lainnya.

Ia meminta agar setiap fakultas untuk menjadwalkan penyemprotan disinfektan di wilayahnya secara rutin. Guna mencegah penyebaran Corona Virus Disease 2019 lebih luas lagi.

“Untuk itu kita akan lakukan penyemprotan secara menyeluruh. Di rektorat sudah kita lakukan secara berkala, harapannya di Fakultas dapat menjadwalkan,” ujarnya.

Sebelumnya, di informasikan bahwa ada tiga dosen dari fakultas FEB dinyatakan terpapar COVID-19, satu diantaranya telah meninggal dunia. Atas kejadian tersebut, Rektor UPR mengeluarkan Surat Edaran Nomor : 4587/UN24/T/2020 tentang penutupan sementara lingkup kampus.

www.lintasberita1.com *#RISMAN#*