Anak-anak ini akan mendapatkan bantuan berupa pendidikan bagi orang tuanya dan pemberian makanan pendamping ASI yang mengandung protein hewani, yang akan diberikan kepada balita stunting selama empat bulan.

Setiap kader memiliki tanggung jawab untuk memastikan anak stunting mengalami peningkatan berat badan yang signifikan setelah mendapat bantuan makanan tambahan. Termasuk mengidentifikasi anak stunting, memberikan pendampingan, mengawasi pemberian makanan, dan mendokumentasikan prosesnya melalui foto dan laporan KMS (Kartu Menuju Sehat). Laporan tersebut akan diserahkan ke Prov. Dislutkan Asosiasi DWP, Puskesmas, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan. Kepala Dislutkan Kalteng, Darliansjah, sangat mendukung program orang tua asuh untuk mencegah dan mengatasi stunting.
Darliansjah menutupnya dengan menghimbau para orang tua untuk menghidangkan menu harian berbahan dasar ikan guna menjamin kesehatan, kecerdasan, dan kekuatan generasi muda di Kalteng. *#TIM#* www.lintasberita1.com

