Palangka Raya – www.lintasberita1.com — Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Tomy Irawan, menyoroti tren penurunan pagu anggaran yang terjadi di sejumlah daerah, termasuk di Kalteng. Menurutnya, fenomena ini tidak hanya dialami satu wilayah, melainkan hampir seluruh provinsi di Indonesia.
“Kalau menurut saya, setiap provinsi mengalami hal yang sama. Saya juga komunikasi dengan teman di Jawa Tengah, dan memang terjadi penurunan di semua daerah. Kondisi sekarang memang seperti itu,” ujar Tomy, Sabtu (16/8/2025).
Tomy menjelaskan, berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang disampaikan Gubernur Kalteng melalui TAPD, terlihat adanya tren penurunan target anggaran untuk periode 2026–2027.
Namun, ia menilai kondisi tersebut masih dalam batas wajar dan bisa diantisipasi dengan strategi yang tepat.
Menurut Tomy, salah satu langkah penting yang harus dilakukan ialah mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia menilai, Kalteng tidak bisa terus bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat, sebab potensi PAD sebenarnya cukup besar.
“Contohnya ada BUMD yang kurang produktif. Menurut saya, yang ada sekarang harus dibenahi dulu. Kalau tidak bisa dibenahi, barulah dipikirkan inovasi baru,” jelasnya.
Tomy juga menekankan pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan BUMD maupun BUMN, termasuk sektor rumah sakit. Penempatan orang di posisi strategis, kata dia, harus berdasarkan kapasitas dan kualitas, bukan sekadar mengisi jabatan.
Selain itu, ia menilai semangat meningkatkan PAD di Kalteng masih kurang, padahal masih banyak potensi yang belum tergarap optimal.
“Pajak alat berat belum maksimal ditarik, pajak permukaan air juga ada. Banyak sumber lain, termasuk BUMD,” tegasnya.
Karena itu, ia mengingatkan agar pembentukan BUMD baru tidak dilakukan tergesa-gesa jika kinerja yang sudah ada belum maksimal.
“Kalau membentuk BUMD baru hasilnya sama saja, ya percuma. Lebih baik benahi yang ada dulu,” imbuhnya.
Tomy menambahkan, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kalteng saat ini masih terus melakukan pembahasan untuk merumuskan strategi peningkatan PAD sebagai langkah memperkuat kemandirian keuangan daerah. *#TIM#* www.lintasberita1.com

