“Pariwisata yang dikembangkan dengan pendekatan berbasis masyarakat akan mendorong ekonomi lokal tumbuh dan memperluas peluang usaha, khususnya bagi pelaku UMKM dan generasi muda,” kata Gubernur.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Muhammad Reza Prabowo menyampaikan bahwa pendidikan dan pariwisata memiliki hubungan strategis dalam membentuk generasi yang berdaya saing, berkarakter, dan tetap berpijak pada akar budaya.
“Generasi muda Kalteng adalah aset penting. Mereka harus jadi tuan di tanahnya sendiri—maju, efektif, dan efisien, namun tidak tercerabut dari nilai-nilai belom bahadat dan kearifan lokal,” ujar Reza.
Ia juga menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai toleransi, kasih sayang, religiusitas, dan nasionalisme dalam proses pendidikan. Menurutnya, pendidikan bukan sekadar penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter yang kuat dan inklusif.
“Kita ingin membangun ekosistem pendidikan yang merangkul semua—dari sekolah, tempat ibadah, hingga pusat budaya. Inilah cara kita menanamkan semangat Indonesia Raya sejak dini,” tambahnya.
Kunjungan ini mencerminkan sinergi lintas sektor yang terus didorong oleh Pemerintah Provinsi Kalteng dalam menghadirkan pembangunan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat, dari akar hingga pucuk, dari pendidikan hingga pariwisata.

