Menurut Nunu, ilmu yang diperoleh dari Jawa Timur akan diimplementasikan dan dibagikan kepada perpustakaan di wilayah Kalimantan Tengah. “Kami tiba di sini bersama Kepala Dinas Perpustakaan yang mewakili enam kabupaten yaitu Kobar, Kotim, Kapuas, Katingan, Gunung Mas, dan Murung Raya,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga mengapresiasi inovasi yang dilakukan Disperpusip Jatim untuk menarik pengguna agar tetap berkunjung ke perpustakaan. “Yang lebih menarik adalah bagaimana menjaga pengguna perpustakaan daerah di antara perpustakaan umum yang jumlahnya banyak,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa pustakawan lebih baik lagi karena tidak hanya menyediakan fasilitas ruangan tetapi juga sebagai fasilitator. Ia menambahkan, pustakawan di sini berperan sebagai agen pengetahuan baik bagi pengunjung tatap muka maupun peserta daring.

Karena itu, ia berharap dapat meningkatkan pelayanan di Kalteng setelah mendapat masukan dan menyaksikan inovasi dan transformasi di Jatim. “Kami ingin meningkatkan layanan perpustakaan agar pengguna tetap memiliki akses,” kata Nunu.

Sementara itu, Tiat S. Suwardi perwakilan Kadisperpusip Jatim menyatakan pihaknya menyambut baik kedatangan Dispursip Kalteng pada prinsipnya karena dapat menambah pengetahuan kedua belah pihak. “Melalui kegiatan ini kita bisa saling bertukar informasi. Tidak hanya Kalimantan Tengah yang bisa memberikan wawasan, tapi kita juga bisa mengumpulkan informasi dari pihak kita sendiri. Selain itu, kita mengadakan kegiatan seperti itu untuk melihat kekhasan masing-masing daerah,” dia menjelaskan.