
Foto bersama

Foto bersama
Suhaemi berharap, melalui kegiatan sosialisasi ini dapat meningkatkan pemahaman terhadap tujuan, pengertian, asas, dan tata cara penyelenggaraan kearsipan. “Saya juga berharap kegiatan ini agar dapat membawa perbaikan guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan dan pengelolaan kearsipan yang menjadi harapan Tren Masyarakat Modern dan Tren Perkantoran Modern yang selalu menginginkan di manapun, kapanpun, dan siapapun ingin selalu terhubung dengan informasi sehingga dapat terwujud dalam Tren Layanan Kearsipan Modern, dimana pengguna akan lebih mudah, tepat, cepat, dan murah dalam menggunakan arsip di Provinsi Kalimantan Tengah,” pungkasnya.
Selanjutnya, Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan, Arsip Nasional RI Desi Pratiwi yang hadir secara daring mengungkapkan peningkatan kapasitas SDM kearsipan harus dilakukan secara terus menerus. “Berdasarkan hasil pengawasan kearsipan tahun 2023, Provinsi Kalimantan Tengah masih berada di urutan terakhir di 34 provinsi dengan nilai sangat kurang. Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan akan menambah wawasan dan jumlah kapasitas serta kualitas SDM kearsipan, sehingga melahirkan SDM yang mumpuni dan meningkatkan nilai pengawasan kearsipan di Provinsi Kalimantan Tengah,” tandasnya.
Hadir para Narasumber yakni Arsiparis Ahli Muda, Arsip Nasional RI Pinandita Syafrisman (daring) dan Arsiparis Lembaga Kearsipan Daerah Provinsi Madiyo, Pejabat Struktural, Pejabat Fungsional Pustakawan dan Arsiparis Dispursip Prov Kalteng, serta Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat, Organisasi Politik dan SMA/SMK di Palangka Raya.