Mereka memanfaatkan potensi lokal Kalteng yaitu Kaolinite Clay sebagai sumber material adsorben yang dijadikan inovasi mereka untuk mengadsorpsi limbah metil merah. Hal ini dilatarbelakangi oleh adanya data yang menunjukkan terjadi peningkatan jumlah industri tekstil di dunia, salah satunya di China sebanyak 39 persen. Kondisi itu dapat mengganggu kesehatan dan ekosistem lingkungan yang ditunjukkan dengan penurunan kadar DO (Dissolve Oksigen) dalam ekosistem perairan yang mengakibatkan peningkatan pada COD (Chemical Oksigen Demand). Sehingga, tim ini membuat suatu inovasi terbaru untuk mengatasi permasalahan limbah zat warna dari industri tekstil tersebut.
Kedua tim dari Prodi Kimia FMIPA UPR tersebut, dibimbing oleh Dosen Jurusan Kimia Fakultas MIPA bernama Rendy Muhamad Iqbal SSi, MSi.
Kompetisi ini diselenggarakan oleh Malaysian Inventors Design Society (MINDS) bekerja sama dengan Indonesian Invention and Inovation Promotion Association (INNOPA) yang dilaksanakan secara online. Even WYIE ini diikuti oleh seluruh Negara, beberapa di antaranya yaitu dari Malaysia, India, Thailand, Qatar Saudi Arabia, Ukraine, Hong Kong, Vietnam, Taiwan, dan Indonesia.
Kegiatan ini dimulai dari seleksi administrasi pada tanggal 13-30 Oktober 2021 dan pengumpulan karya berupa Full Paper, Poster, dan Video, dan Analisis SWOT hingga tanggal 10 November 2021. Pada tanggal 9 Desember 2021, dilaksanakan sesi presentasi dan tanya jawab dengan durasi waktu selama 10 menit yang diuji langsung oleh dua juri.

