Palangka Raya – lintasberita1.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Cilik Riwut Palangka Raya memantau bahwa Fine Fuel Moisture Code (FFMC) yang menunjukkan sifat mudah terbakar tanah lapisan atas menunjukkan tingkat mudah terbakar yang tinggi di wilayah Kalimantan Tengah.
Toyib menyebutkan, peristiwa Karhutla terjadi di berbagai kabupaten dan kota di wilayah Kalteng. Secara spesifik, Kabupaten Barito Selatan mengalami dua kejadian yang mengakibatkan kebakaran lahan seluas kurang lebih 5 hektar. Kabupaten Kapuas pernah mengalami satu kejadian dengan luasan terbakar 5 hektar. Kota Palangka Raya mengalami lima kejadian yang menyebabkan kebakaran seluas 0,97 hektar. Kabupaten Kotawaringin Timur mengalami delapan kejadian dengan luas lahan terbakar 3.681 hektare. Kabupaten Pulang Pisau mengalami satu kejadian dengan luas lahan terbakar 2 hektar. Terakhir, Kabupaten Sukamara mengalami satu kejadian dengan lahan terbakar seluas 7 hektar.
“Dengan demikian, total luas areal yang terbakar mencapai 23.651 hektare,” jelasnya. Toyib menyebutkan, tim Satgas Karhutla tengah giat memadamkan api. Mereka mengerahkan Satuan Tugas Udara untuk menjangkau daerah-daerah yang sulit dijangkau dan melakukan Water Booming.
Selain memadamkan lahan yang terbakar, tim pemadam kebakaran juga memastikan api benar-benar padam dengan membasahi area tersebut.

