Palangka Raya – Prestasi membanggakan kembali diukir pelajar Kalimantan Tengah di kancah internasional. Tiga tim riset dari SMAN 2 dan SMAN 3 Palangka Raya sukses meraih Gold Medal pada ajang International Science and Invention Fair (ISIF) 2025 yang digelar oleh Indonesia Young Scientist Association (IYSA) di Denpasar, Bali, Rabu (19/11/2025).
Kompetisi bergengsi ini diikuti peserta dari berbagai negara dengan menampilkan beragam inovasi terbaik di bidang sains dan teknologi.
Pada kategori Life Sciences, tim pertama dari SMAN 2 Palangka Raya yang beranggotakan Sintong Albert Nicodeus Doloksaribu, Raeni Dwijayanti, Brigita Cahyani Cesaria, Kezia Surya Atalia, dan Nazliafiva Zulfadya meraih emas lewat penelitian “Hoya-Herbal Hair Tonic: Extract of Hoya Leaf (Hoya parasitica) for Hair Loss Treatment”.
Mereka memanfaatkan potensi daun hoya sebagai bahan dasar tonik rambut untuk mengatasi kerontokan, sekaligus mengangkat kekayaan hayati lokal.
Sementara tim kedua yang terdiri dari Crisnatha Gavrilano Putra, Jericho Otniel Maylando Bungai, Gavrila Ivena Cereliasi, Keyzia Aprilia (SMAN 2) dan Netanya Ebigail Nitara Tarigan (SMAN 3) mengusung riset “Analeptics Product Based on Bajakah Hatue as Anti Breast and Lymph Node Cancer”.
Riset ini menyoroti potensi tanaman Bajakah Hatue sebagai alternatif pencegahan kanker payudara dan kanker kelenjar getah bening.
Tim ketiga yang diperkuat Wynona Anneliese Winterberg, bersama Christy, Hillary Natasha Saconk, Devita Aurelia Zefanya, Puttri Candra Kirana (SMAN 2) dan Beatrix Fuji Emmanuella Putri Karnida (SMAN 3), meraih emas dengan penelitian “San Koetjape Cortex Tea: Sandoricum koetjape Bark as a Natural Remedy for Hemorrhoids”.
Mereka mengembangkan teh herbal dari kulit batang tanaman lokal untuk solusi alami penyakit wasir.
Kepala SMAN 2 Palangka Raya, Rifani, menyampaikan rasa bangga mendalam atas pencapaian siswanya.
“Mereka telah mengharumkan nama sekolah, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, bahkan Indonesia. Ini buah dari kerja keras dan pengorbanan luar biasa seluruh tim,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada guru pembimbing dan orang tua atas dukungan penuh baik moril maupun materil.
Hal sama disampaikan Kepala SMAN 3 Palangka Raya, Yenihayati, yang bangga siswanya dapat mencatat sejarah prestasi.
“Medali ini menjadi hadiah berharga bagi seluruh komunitas sekolah serta inspirasi bagi siswa lain untuk berani bermimpi besar,” katanya.
Perwakilan tim, Wynona Anneliese Winterberg, menyebut ISIF 2025 memberi pengalaman berharga.
“Peserta dari berbagai negara membawa ide dan inovasi luar biasa. Kami bangga dapat memperkenalkan tanaman lokal Kalimantan ke panggung internasional,” tuturnya.
Tim Crisnatha juga mengaku kompetisi ini memperluas wawasan mereka mengenai riset global dan pentingnya kolaborasi lintas budaya.
“Kami berharap inovasi ini dapat bermanfaat nyata bagi masyarakat dan terus dikembangkan ke depan,” ungkap mereka.
Plt. Kadisdik Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, memberikan apresiasi setinggi-tingginya.
“Ini bukti peserta didik Kalteng mampu bersaing dan unggul di level global. Semoga memantik sekolah lain untuk terus melahirkan karya ilmiah yang menjawab tantangan zaman,” tegasnya. *#TIM#* www.lintasberita1.com

