Sugianto juga mengucapkan terima kasih atas paparan yang diberikan oleh PLN mengenai kelistrikan di Kalteng dan pihaknya menekankan keseriusan pemerintah untuk mendukung PLN dalam meningkatkan keandalan suplai kelistrikan di Pulau Kalimantan.
“PLN dan Pemerintah juga memiliki tujuan yang sama yaitu melaksanakan pembangunan untuk kepentingan nasional khususnya bagi masyarakat di Provinsi Kalimantan Tengah. Kami semua bersama dengan rekan-rekan dari kedinasan terbuka dan siap memberi dukungan kepada PLN. Yang terpenting adalah kita bisa saling komunikasi dan sinergi”, pungkas Sugianto.
Selain interkoneksi, turut dibahas pula pembangunan proyek kelistrikan lainnya di Kalteng seperti pembangunan SUTT 150 kV Sampit-Kuala Pembuang, SUTT 150 KV PLTU Kalselteng-Kuala Kurun, SUTT Kuala Kurun-Puruk Cahu, dan GI yang berkaitan. Reorganisasi yang dilakukan PLN pada tahun 2021 ini menjadikan wilayah kerja PLN UIP KLB yang dulunya hanya berada di Provinsi Kalimantan Barat meluas hingga ke Kalimantan Tengah hal ini mendukung percepatan tercapainya Kalteng bebas dari daerah yang belum teraliri listrik pada tahun 2023.
GM PLN UIP KLB Didik Mardiyanto menambahkan beberapa proyek yang tengah disiapkan untuk menghubungkan sistem kelistrikan di Kalteng ke Kalimantan Barat antara lain adalah Saluran Udara Tengangan Tinggi (SUTT) 150 kilo Volt (KV) jalur Kendawangan-Sukamara, Pangkalan Bun-Sukamara, dan Nangabulik-Incomer. Selain itu, terdapat pula Gardu Induk (GI) 150 kV Nangabulik dan juga GI Sukamara.

