Sugianto juga menyatakan, keberhasilan pengendalian inflasi daerah selama ini tidak lepas dari intensifikasi berbagai program, antara lain penyeimbangan pasar, pasar terjangkau, gerakan tanam sakuyan Lombok, dan gerakan pemanfaatan pekarangan untuk kebutuhan tumbuh jangka pendek.

Ia menjelaskan, Kalimantan Tengah termasuk salah satu provinsi dengan tingkat inflasi terendah yang patut mereka syukuri. Hal ini tidak lepas dari upaya berkelanjutan mereka dalam mengendalikan inflasi. Dikatakannya, hal ini menjadi pembelajaran penting ke depan, menekankan perlunya setiap daerah memiliki program dan anggaran yang cukup untuk menjamin ketahanan pangan.

Ia menyatakan, pemerintah perlu hadir di tengah warganya yang menghadapi tantangan, khususnya pada masa puasa dan perayaan Idul Fitri 1445 H/2025 M.

Ia menyimpulkan, adalah dosa jika seorang pemimpin mengabaikan kepekaan sosial dan tidak mengambil tindakan ketika masyarakat membutuhkan bantuan. Jabatan kepemimpinan hanyalah sebuah tanggung jawab dan kepercayaan yang diberikan oleh kekuasaan yang lebih tinggi, dan harus digunakan sebagai kesempatan untuk melakukan perbuatan baik dan melaksanakan kebijakan yang mengutamakan kesejahteraan rakyat.

Dalam rangka pemberian bantuan sosial dan menebar keberkahan Ramadhan, Pemprov Kalteng total menyalurkan beras sebanyak 1.420 ton. Rincian penyalurannya sebagai berikut: 100 ton ke Kabupaten Barito Utara, 30 ton ke Kabupaten Barito Timur, 50 ton ke Kabupaten Barito Selatan, 200 ton ke Kabupaten Kapuas, 100 ton ke Kabupaten Pulang Pisau, 200 ton ke Kabupaten Kotawaringin Timur, 100 ton ke Kabupaten Seruyan, 200 ton ke Kabupaten Kotawaringin Barat, 30 ton ke Kabupaten Sukamara, 30 ton ke Kabupaten Lamandau, 30 ton ke Kabupaten Gunung Mas, 50 ton ke Kabupaten Katingan, dan 200 ton ke Kota Palangka Raya.