“Intinya dalam kegiatan ini kita jangan takut untuk mencoba dan belajar. Kita bisa berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan sesam saudara-saudara kita yang ada di Indonesia ataupun luar Indonesia,” ujar Kaprawi.

Sementara itu, Pembina Harian Gugus Depan 02.417-418 Hanjalutung, Rahmadi mengatakan, pelaksanaan kegiatan JOTA dan JOTI ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Para siswa yang hadir kami batasi. Sebagian ada yang mengikuti secara luring, ada juga yang daring. Yang hadir luring kami tekankan untuk tetap memakai masker dan menjaga jarak selama kegiatan,” katanya.

Rahmadi berharap, pelaksanaan kegiatan pertemuan pramuka skala dunia tersebut dapat menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus belajar, guna meningkatkan kemampuan dan potensi yang terpendam dalam dirinya.

www.lintasberita1.com  (RSM/ Foto:Ans)