-
Botol plastik: 133,6 kg × Rp2.000/kg
-
Tutup botol: 1,9 kg × Rp1.500/kg
Dari penjualan itu, sekolah memperoleh pendapatan Rp276.050, yang kemudian disetorkan ke DLH Gunung Mas selaku mitra penampung.
“Angkanya memang belum besar, tapi sangat bermakna. Anak-anak belajar bahwa kebersihan bukan hanya soal membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga memaknai tanggung jawab sosial dan ekonomi,” tambah Batuah.
Keberhasilan Program Bank Sampah Barasih menjadi bukti bahwa langkah sederhana dapat memberikan dampak besar. SMAN 1 Kuala Kurun berharap inovasi ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Kalimantan Tengah untuk bergerak bersama menjaga kebersihan lingkungan serta menumbuhkan karakter peduli, kreatif, dan berbudaya hijau pada peserta didik.. *#TIM#* www.lintasberita1.com

