“Kekayaan budaya yang luar biasa dan tidak ternilai itu akan sirna ditelan waktu jika tidak dikelola dan dipelihara dengan baik. Menjadi pengingat bagi kita semua bahwa tanggung jawab pelindungan, pelestarian, serta pengembangan bahasa dan budaya daerah merupakan tanggung jawab kita semua. Kita sendiri yang bertanggung jawab atas semua kekayaan itu”, imbuhnya.

Nuryakin juga berharap melalui kegiatan ini generasi muda dapat lebih mengenali dan memahami bahasa dan budayanya, sehingga tidak hilang begitu saja, tetapi terlindungi, terkonservasi, terlestarikan, agar lebih kuat dan bermanfaat guna mewujudkan pembangunan daerah yang sama-sama di banggakan ini melalui aspek kebudayaan tradisional.

“Dengan terlaksananya kegiatan ini juga, semoga tali silaturahmi antar pengurus bisa terus terjalin, sehingga program kerja yang dilaksanakan kedepan bisa berjalan dengan sukses. Tentunya program-program yang sejalan dan bertujuan mendukung pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah”, tuturnya.

Ia mengharapkan kembali dengan kolaborasi yang terjalin bersama antara Pemerintah Daerah dan stakeholders terkait dapat diimplementasikan bagi pembangunan Kalteng.

“Saya berharap, KKB Kalimantan Tengah dapat terus menjadi bagian warga asli Kalimantan Tengah yang mendukung pembangunan dalam mewujudkan Kalteng Berakhlak dan Penuh Keberkahan, karena warga Bakumpai adalah bagian dari sub suku Dayak Ngaju beragama Islam yang memiliki peranan penting dalam sejarah perjuangan dan pembangunan di Kalimantan Tengah”, pungkasnya.