Dijelaskan, bahwa Huma Betang sebagai kearifan lokal masyarakat Dayak harus dijadikan pedoman bagi civitas akademika UPR, dalam membangun persatuan dalam keberagaman, Kebersaman dalam perbedaan, membangun etos kerja yang tinggi, budaya akademik yang humanis dan bertoleransi tinggi.

“Tentunya dengan memperhatikan sejumlah aspek termasuk rasa toleransi tinggi, sangat penting untuk mengelola perbedaan bersama – sama. Sehingga UPR bisa menjadi Universitas terkemuka tidak hanya ditaraf Nasional, tetapi hingga ke tingkat Internasional,” tegasnya.

Perwujutan semangat Huma Betang dalam 58 tahun perjalanan UPR, sambung Andrie Elia, telah menjadikan UPR sedikit demi sedikit membangun berbagai karya dan menorehkan berbagai prestasi gemilang baik ditingkat lokal, Nasional maupun Internasional. Diantaranya yaitu mendapat penghargaan atas capaian Indikator Kerja Utama (IKU) peringkat ke – 7 nasional, dari 23 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Satker dan peringkat 1 Nasional untuk capaian IKU 7 PTN Satker.

“Masih banyak capain prestasi lain yang berhasil diraih oleh UPR. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh civitas akademika untuk mewujudkan semangat bersatu melalui Huma Betang dalam membangun UPR menuju UPR Raya Raya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, peringatan puncak Dies Natalis UPR ke – 58 ini dihadiri langsung oleh seluruh unsur pimpinan UPR, Anggota DPR – RI dapil Kalteng sekaligus Ketua DAD Kalteng, Kapolda Kalteng, Danrem 102/PJG, serta perwakilan sejumlah SOPD Provinsi dan Kota Palangka Raya.