“Jika kita tidak punyaRice to Rice maupun Rice Milling Unit, pasti kita akan tergantung dengan daerah lain, tinggal nanti bagaimana kita memaksimalkan alat ini agar produksi semakin meningkat”, ucap Nuryakin.

Disampaikan Nuryakin bahwa pembangunan Rice to Rice maupun Rice Milling Unit di dua tempat merupakan inovasi dari Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran, dimana hasil pertanian di Kalteng sejauh ini belum ada brand atau nama dari daerah yang dimiliki saat dibawa ke luar daerah Kalteng. Gubernur Kalteng berkeinginan sekali agar di lokasi-lokasi sentra produksi padi dibangun mesin pabrik modern untuk mewujudkan hilirisasi pangan yang tangguh.

 

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalteng usai melakukan Peletakan Batu Pertama atau Pembangunan Rice Milling Unit dan Rice to Rice di Desa Pantik, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau menyampaikan Pemprov Kalteng sangat mendukung upaya peningkatan produksi pertanian atau pangan tersebut, khususnya beras. Pada tahun 2024 ini, target peningkatan nilai tambah produksi hasil pertanian untuk beras akan didukung oleh Pemerintah Daerah melalui pembangunan Rice Milling Unit dan Rice to Rice di Kabupaten Pulang Pisau. Selain itu, juga ada pembangunan Rice Milling Plant di Kabupaten Kotawaringin Timur. Kedua sarana infrastruktur pertanian ini berfungsi sebagai pabrik atau tempat produksi pengolahan gabah dan beras asalan menjadi beras medium dan premium.