H. Nuryakin menyampaikan bahwa inflasi sebagian karena harga tiket pesawat yang tinggi. Rute Palangka Raya-Surabaya sulit dijangkau, tapi maskapai sudah berencana menambah jumlah penerbangan. Sementara di Sampit, tingginya harga tiket menjadi penyebab utama terjadinya inflasi.

Sekda mengatakan, beberapa Perangkat Daerah Kalteng juga telah melakukan upaya untuk menjaga inflasi di Kalteng tetap terkendali. “Kami sudah menanam padi dan cabai di sekitar lokasi yang akan dibangun Unit Penggilingan Padi, dan sebentar lagi panen akan selesai. Kami juga terus menggalakkan gerakan sekuyan lombok dan menanam cabai ASN,” Sekda dikatakan.

Sekda mengatakan bahwa kenaikan harga beras baru-baru ini membuat beberapa daerah cenderung memiliki harga cabai yang lebih tinggi. “Kebanyakan pabrik memberikan beras bersubsidi kepada masyarakat, namun ada juga yang menahan karena kenaikan HET,” katanya.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian Prov. Kalteng memberikan paket sembako senilai Rp 100.000 ke kota Sampit dan Palangka Raya setiap minggu. Hal ini untuk membantu menggerakkan perekonomian daerah. Sekda mengatakan, belum ada sanksi bagi pengecer yang berbisnis di luar kawasan pangkalan.

Rapat evaluasi terhadap rilis Badan Pusat Statistik (BPS) terkait inflasi bulan Maret 2023 (MMC)