Disampaikan pula oleh Mendagri, Presiden RI Joko Widodo menyambut baik adanya program Pertashop tersebut, yang diyakini akan memacu kemajuan pembangunan di desa-desa. “Bapak Presiden sangat menyambut dengan luar biasa program Pertashop yang dijalankan oleh Pertamina. Ini akan memberi banyak keuntungan. Jelas yang pertama tadi, mendekatkan SPBU, BBM langsung di desa-desa, sehingga cost (biaya) akan terkurangi. Lebih dari itu, ini (Pertashop) akan menjadi stimulus pembangunan desa, di antaranya dengan adanya SPBU, biasanya ada minimarket di situ,” jelas Mendagri.

Mendagri Tito Karnavian selanjutnya menjelaskan bahwa hingga saat ini sudah ada 527 outlet Pertashop terbangun, dengan target 4.308 di akhir tahun 2020 dan dengan rincian di daerah berkembang sebanyak 2.376 outlet dan 1.932 outlet di daerah yang memiliki permintaan sangat tinggi. Kemudian, pada tahun 2021 ditargetkan sebanyak 11.832 outlet Pertashop dibangun, di Jawa-Bali 6.830 outlet dan di luar Jawa-Bali 5.002 outlet.

Mendagri pun menegaskan bahwa percepatan pelaksanaan program Pertashop tersebut mutlak memerlukan komitmen dan sinergisitas seluruh stakeholders, baik Pertamina maupun Pemerintah, mulai dari Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten hingga Desa. “Percepatan itu (program Pertashop) tergantung dari agresifnya Pertamina dan kesiapan atau kesediaan komitmen untuk menangkap dari desa-desa dan dukungan dari para Kepala Daerah, baik tingkat II maupun tingkat I,” tegas Mendagri.