Momon Rusmono mengatakan terkait dengan Food Estate di Kecamatan Dadahup, permasalahan yang ditemukan saat melakukan peninjauan yakni banjir di sekitar lahan akibat musim hujan saat ini.

“Kita perlu upaya-upaya bagaimana menurunkan air di lahan”, imbuhnya.

Terdapat 2 strategi yang diutarakan Momon Rusmono untuk menanggulangi banjir diantaranya memperbanyak pompa dengan kapasitas cukup tinggi dan beberapa saluran yang perlu dibuka atau ditutup sehingga air segera diharapkan segera surut.

“Mudah-mudahan dalam jangka tidak terlalu lama kita bisa melakukan penanaman”, jelasnya.

Dikatakan oleh Momon Rusmono, untuk olah lahan, seluruh unsur terkait termasuk para petani sudah siap untuk melakukan penanaman.

Terkait dengan percepatan tanam di Kabupaten Kapuas, Momon Rusmono mengutarakan dari target 20.000 Ha, hanya 9.000-10.000 Ha yang sudah siap tanam.

“Masih ada 10.000 lagi, kita targetkan paling lambat akhir April selesai”, pungkasnya.

Terakhir, Momon Rusmono mengatakan, tindak lanjut dari kunjungan di Desa Bentuk Jaya, Kabupaten Dadahup, yakni pihaknya akan melakukan koordinasi 2 Tahap dengan pihak terkait.

Pertama, khusus membahas perkembangan kawasan Food Estate di Kecamatan Dadahup termasuk masalah air.

Kedua, melakukan koordinasi dengan percepatan tanam untuk target 20.000 ini agar bisa segera tercapai.