Luhut Binsar Pandjaitan menambahkan perencanaan yang terintegrasi dan selaras antara pembangunan jaringan irigasi, kemampuan penanaman, Alsintan dan pengadaan SDM petani. Selain itu, perlu penyusunan program terpadu intuk kapasitas oeningkatan SDM dan pendampingan petani, menggunakan tenaga penyuluh pertanian, tenaga pendamping Desa, off-taker maupun dari program kampus merdeka.
Lebih lanjut Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan terkait pengembangan kegiatan pendukung seperti pertanian hortikultura, penghasilan petani darj produksi pertanian sawah padi yang utama, keberadaan Badan Layanan Umum (BLU) akan menciptakan ekosistem untuk keberlanjutan pengelolaan food estate yang terintegrasi. BLU akan menjadi regulator off taker, Bank dan research center serta perlu dikaji teknologi budidaya yang lebih baik sehingga dapat meningkatkan produktivitas padi dalam waktu yang lebih singkat.
Pada kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Kalteng Fahrizal Fitri melaporkan terkait program Pemerintah Provinsi dalam peningkatan infrastruktur jalan dalam mendukung kegiatan food estate yang dianggarkan melalui APBD Provinsi Tahun 2020-2021 MYC yakni peningkatan jalan Kuala Kapuas-Palingkau, peningkatan jalan Palingkau-Dadahup, peningkatan jalan Dadahup/G1- A5 dan peningkatan jalan Dadahup-Lamunti. Untuk Tahun 2021 telah dianggarkan kembali menggunakan APBD Provinsi, yakni peningkatan jalan Dadahup-Lamunti dengan kontruksi aggregat +HRS-WC.

