“Pada tahun 2023, capaian inflasi diperkirakan akan membaik dengan penyesuaian kebijakan moneter. Namun demikian, di tengah optimisme ini harus disertai dengan kewaspadaan akan segala tantangan dan ketidakstabilan yang bisa sewaktu-waktu terjadi,” ungkapnya.
“Seperti yang kita ketahui bersama, dinamika ekonomi tahun 2022 terus menunjukkan perbaikan ekonomi seiring terkendalinya COVID-19. Meskipun demikian, masih terdapat rangkaian tantangan yang perlu kita antisipasi bersama,” bebernya.
Lebih lanjut Pramudya menyatakan, dari sisi global pertumbuhan ekonomi diperkirakan tumbuh lebih rendah dari perkiraan sebelumnya, dengan diperparah adanya ketegangan geopolitik di Eropa.
“Perbaikan ekonomi terus berlanjut seiring dengan sinergi yang kuat dan kokoh antara Pemerintah Kementerian Keuangan, BI, OJK serta Pemerintah terkait lainnya guna menjaga stabilitas pendekatan sipil keuangan di Indonesia,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih cukup tinggi, dan lebih baik bila dibandingkan negara-negara lainnya di seluruh Indonesia. Ia menjelaskan, kebijakan Pemerintah dengan BI yang kuat khususnya di bidang fiskal dan moneter akan terus dipertahankan dan ditingkatkan serta dilanjutkan, terutama, dalam hal menghadapi gejolak global menuju Indonesia maju.


