Ia mengatakan, kegiatan pelatihan ini diyakini mampu mengurangi kesalahan yang mungkin terjadi saat meresepkan, menyiapkan, dan memberikan obat kepada pasien.
Pelatihan tersebut meliputi informasi pelayanan kefarmasian dan pelayanan obat, pencegahan kesalahan obat dalam peresepan dan transkripsi di rumah sakit, pencegahan kesalahan obat dalam dispensing dan administrasi di rumah sakit, pelaporan insiden keselamatan pasien, pemantauan terapi obat, dan pelaporan efek samping obat. *#TIM#* www.lintasberita1.com
Halaman

