Lebih lanjut, Sekda juga mengatakan peringatan Hari Jantung Sedunia muncul karena maraknya penyakit jantung di dunia, menurut organisasi kesehatan dunia (WHO) ± 18 juta jiwa meninggal setiap tahun karena masalah yang berhubungan dengan jantung, dan sekitar 85% kematian ini disebabkan oleh serangan jantung dan stroke.

“Mengontrol dan mengurangi salah satu faktor risiko terkena penyakit jantung adalah dengan tidak merokok, serta melakukan aktivitas atau melakukan olahraga secara rutin. Kepada seluruh ASN, saya ingatkan agar dapat menjaga pola hidup sehat dengan melakukan olahraga, menerapkan perilaku hidup sehat, mengonsumsi makanan yang bergizi dan sesuai dengan kebutuhan, serta dapat mengelola stres dengan baik,” tutupnya.

Sebagai informasi, pemaparan materi tentang Penyakit Jantung disampaikan oleh dr. Gomgom Hendrico Sirait, dr. Yusuf Galenta, dan dr. Made Bagus Adipermana. Materi yang disampaikan yaitu mengenai Penyakit Jantung Koroner, Penyakit Kardiovaskular Cerebro, MENARI (Meraba Nadi Sendiri). Selain itu, juga dilakukan praktik secara langsung Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang merupakan tindakan darurat untuk memerdekakan Jalan Napas, membantu pernapasan dan mempertahankan sirkulasi darah tanpa menggunakan alat bantu. *#TIM#* www.lintasberita1.com