PALANGKA RAYA – www.lintasberita1.com – Ketua DPW Partai NasDem Kalimantan Tengah (Kalteng), Faridawaty Darland Atjeh, menyerap berbagai aspirasi masyarakat Kelurahan Langkai, Kota Palangka Raya, melalui kegiatan reses perseorangan anggota DPRD Provinsi Kalteng.

Aspirasi yang disampaikan warga meliputi kebutuhan infrastruktur dasar, penyediaan sumur bor dan mesin pompa air, perbaikan drainase, peningkatan kualitas jalan, hingga dukungan sarana untuk mengantisipasi dan menangani kebakaran.

Dalam kegiatan tersebut, warga dari sejumlah RT dan RW di Kelurahan Langkai menyampaikan kondisi fasilitas lingkungan yang dinilai masih membutuhkan perhatian pemerintah.

Faridawaty mengatakan berbagai aspirasi tersebut menjadi bagian penting dari pelaksanaan reses karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.

“Reses menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kondisi lingkungan secara langsung, termasuk kebutuhan infrastruktur, sarana air bersih dan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran. Aspirasi yang disampaikan warga akan menjadi bahan untuk diperjuangkan sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran daerah,” kata Faridawaty, Senin (24/8/2026).

Salah satu aspirasi disampaikan Bambang, Ketua RW 17 Langkai kawasan Tugu Soekarno atau belakang PDAM. Ia mengusulkan pembangunan sumur bor beserta mesin di sekitar dua titik. Menurutnya, sumur yang tersedia di kawasan tersebut telah berusia sekitar lima hingga enam tahun sehingga membutuhkan perhatian.

Warga juga mengusulkan semenisasi Jalan S. Parman, khususnya Gang Simponi dan Gang Patra. Perbaikan drainase di sekitar Pasar PU yang terhubung hingga Gang Sepakat turut menjadi perhatian karena berkaitan dengan kelancaran aliran air.

Selain itu, Bambang menyampaikan persoalan sejumlah titik jalur hijau, terutama terkait kejelasan tapal batas jalur hijau yang masih menjadi perhatian masyarakat.

Aspirasi lain disampaikan Jamalun, warga RT 01/RW 08 Kelurahan Langkai, kawasan belakang Alin Foto. Ia mengatakan sejumlah usulan pembangunan yang telah disampaikan hingga tingkat musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) selama sekitar 10 tahun belum mendapatkan bantuan.

Salah satu kebutuhan mendesak, menurutnya, adalah perbaikan jalan titian di belakang Alin yang mengalami kerusakan hingga terputus. Warga juga mengusulkan pembangunan sumur bor beserta mesin di tiga titik sebagai sarana pemenuhan kebutuhan air sekaligus antisipasi kebakaran.

Sementara itu, Suprianto, Ketua RT 5/RW 15 Jalan Perintis, menyampaikan kebutuhan dukungan bagi anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) Kelurahan Langkai yang selama ini terlibat dalam penanganan kebakaran. Ia menyebut pemadaman api masih kerap dilakukan dengan menggunakan anggaran pribadi anggota.

Selain sarana pemadaman, warga mengusulkan pengaspalan jalan sepanjang sekitar 200 meter menuju Masjid Perintis Permai untuk meningkatkan akses dan mobilitas masyarakat di kawasan Jalan Perintis.

Aspirasi berikutnya disampaikan Safi’i, Ketua RT 01/RW 13 Langkai. Ia mengusulkan pembangunan dua titik sumur bor di Gang Buntu untuk memenuhi kebutuhan air warga sekaligus memperkuat kesiapsiagaan lingkungan menghadapi potensi kebakaran.

Warga juga mengusulkan semenisasi Jalan Albanjari 1 RT Amilono Km 2,5 sepanjang sekitar 300 meter sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas akses jalan di lingkungan permukiman.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan Kalteng I yang meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan dan Gunung Mas itu menilai berbagai aspirasi tersebut menunjukkan masih terdapat kebutuhan pembangunan dasar yang perlu ditangani secara bertahap.

Faridawaty menegaskan, aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses tidak sekadar dicatat, tetapi menjadi bahan untuk melihat kondisi dan kebutuhan warga secara langsung. Setiap usulan selanjutnya akan disesuaikan dengan kewenangan, skala prioritas, serta mekanisme perencanaan pembangunan daerah.

“Yang disampaikan masyarakat merupakan kebutuhan nyata di lingkungan mereka, mulai dari jalan, drainase, sumur bor hingga sarana pendukung penanganan kebakaran. Semua aspirasi ini akan kami catat dan perjuangkan sesuai mekanisme yang berlaku agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Faridawaty, kebutuhan warga Langkai tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kesiapsiagaan lingkungan. Karena itu, peningkatan infrastruktur dasar, penyediaan sarana air, serta dukungan terhadap penanganan kebakaran perlu menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan daerah. *#TIM#* www.lintasberita1.com