ementara itu 14 pasien yang sama-sama dirawat yang berada disebelah tirai tempat tidurnya tambahnnya, semuanya meninggal dunia.
“Hanya saya sendiri yang selamat, sedangkan beberapa teman saya meninggal dunia. Ini suatu mukjizat dari Tuhan kalau dilihat dari kondisi saya saat itu yang dalam keadaan kritis,” katanya.
Bahkan dokter yang merawatnya, lanjutnya, sempat berucap bahwa hanya mukjizatlah yang dapat menyelamatkan saya.
“Dengan pengalaman saya ini kita harus makin memperketat penerapan protokol kesehatan karena covid-19 itu nyata. Bila perlu masker dipakai lapis tiga,” ujarnya.
Selain Andrie Elia Covid-19 juga menyerang isterinya Ny. Riap Susilawati dua orang anaknya, cucunya serta pembantu di Rumah Jabatan (Rujab) Rektor.
“Yang terpapar semuanya ada 10 orang termasuk pembantu saya. Semuanya saat ini dalam keadaan sehat,” katanya.
Andrie Elia yang sudah satu minggu berada di Rumah dinasnya ini dan dinyatakan sembuh dari virus Covid-19 ini masih dibawah perawatan dokter. Namun dengan semangat yang tinggi Andrie Elia mulai bekerja walapun melalui daring maupun zoom.
Andrie Elia dipandang masyarakat Kalimantan Tengah sebagai sosok visioner sejak pelantikannya menjadi Rektor UPR 3 tahun lalu, Universitas Palangka Raya mengalami kemajuan pesat dan masuk di peringkat 100 perguruan tinggi terbaik dan berada pada posisi ke-76 dari 4.714 perguruan tinggi di Indonesia. Semoga tetap sehat Pak dan kembali berkarya untuk bangsa.

