“Saya mengingatkan kepada seluruh civitas akademika, baik dosen dan mahasiswa terutama yang baru bergabung menjadi bagian dari keluarga besar UPR, untuk saling menghargai dan mengesampingkan perbedaan. Apalagi tidak semua yang begabung disini berasal dari Kalteng, melainkan dari seluruh Indonesia, begitu pula sebaliknya agar yang berasal dari luar daerah bisa nenyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar, termasuk menghargai budaya serta adat istiadat masyarakat lokal,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan kepada civitas akademia untuk selalu menjaga nama baik almamater UPR. “Jaga nama baik almamater UPR dan jangan melakukan hal-hal yang melanggar norma maupun hukum, baik hukum positif maupun hukum adat karena hal tersebut secara otomatis akan mencoreng nama UPR dimata publik,” tegasnya.
Kendati demikian, ia menyampaikan terimakasih atas kepercayaan masyarakat Indonesia khususnya di Bumi Tambun Bungai yang telah memilih UPR sebagai wadah menimba ilmu, dimana UPR saat ini masuk dalam kategori 100 besar Kampus terbaik di Indonesia.
“Untuk meraih kepercayaan masyarakat luas dan membesarkan sebuah Universitas tidaklah semudah membalik telapak tangan dan perlu perjuangan. Oleh karena itu, ayo kita bersama-sama membesarkan nama UPR dalam mewujudkan UPR jaya raya,” pungkasnya.
uprjayaraya.com

