Kemudian ilmu pengetahuan mahasiswa tersebut dapat memberikannya kepada masyarakat sebagai wahana pengetahuan praktis (transfering of knowledge).
“Jadi bukan KKN yang hanya berupa kerja bakti seperti dulu. Jadi KKN ini lebih kepada bagiamana menerapkan ilmu pengetahuan yang diterima di bangku kuliah untuk membantu masyarakat,” katanya.
Sebagai Rektor, Andrie Elia sangat berharap dukungan berbagai pihak untuk membantu pelaksanaan kegiatan KKN tersebut berjalan baik. Khususnya kepada aparatur kabupaten, baik Bupati hingga Kepala Desa yang wilayahnya menjadi lokasi KKN mahasiswa dari UPR, agar turut memberikan bimbingan kepada para mahasiswa yang melaksanakan KKN tersebut.
Andrie Elia juga mengingatkan kepada Dosen Supervisor dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UPR Periode I Tahun 2021, agar aktif membimbing, mengarahkan, memberi nasehat dan memberikan penilaian kepada para mahasiswa peserta KKN UPR.
“Agar mahasiswa KKN tersebut juga dapat meningkatkan kesadaran diri (self-awareness) terhadap realitas kehidupan bermasyarakat, meningkatkan tanggungjawab pribadi dan sosial (personal and social responsibility) terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat dan meningkatkan kesadaran diri terhadap peran sosial (self-awareness of social role) dan perannya selaku akademisi (self-awareness of academician role) yang akan hidup berdampingan di tengah-tengah lingkungan kemasyarakatan, benar-benar dapat diwujudkan,” ujar tokoh masyarakat ini yang selain menjabat sebagai Rektor UPR juga sebagai Ketua Harian Dewan Adat Dayak Provinsi Kalimantan Tengah.

