Airlangga mengimbau Pemprov dan Kabupaten untuk mendorong satgas pangan daerah yang dipimpin oleh Sekda dan Dinas yang membidangi Perindustrian dan Perdagangan. Kerena fungsinya untuk memantau distribusi minyak goreng dari distributor 1, distributor 2 sampai dengan pengecer.
“Dengan adanya minyak goreng yang bisa dicapai di harga Rp. 15.000 atau Rp. 14.000 saya minta dibuatkan spanduknya biar masyarakat mengetahui. Tentunya harus dijamin ketersediaan jumlah maupun harga, kemudian nanti Pemerintah akan memberikan tanggapan kebijakan kepada Bulog untuk mengisi daerah-daerah yang diperirakan masih rentan,” imbuh Airlangga.
Sementara itu, Edy Pratowo saat ditemui MMC seusai Rapat Terbatas mengatakan, Sejauh ini di Kalteng tidak ada kendala sama sekali. Semua terpenuhi bahkan produksi pertahun dari tiga perusahaan produsen yang dipilih Pemerintah Pusat presentasenya masih sedikit.
“Yang terpenting stok itu kita jangan sampai langka atau tidak tersedia. Karena Pemprov selalu mengingatkan kepada Jajaran terkait yang berkepentingan untuk urusan pangan ini pastikan bahwa masyarakat Kalteng tidak mengalami kesulitan untuk mendapatkan barang kebutuhan pokok terutama mendekati Hari Raya Idulfitri yang akan datang,” tandas Edy.
Turut Hadir Asisten Ekbang Setda Kalteng Leonard S. Ampung, Kepala Biro Ekonomi Setda Kalteng Said Salim dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sunarti serta Kepala Perangkat Daerah terkait lainnya.

