Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Margo Yuwono menyampaikan tingkat inflasi tahun 2022 lebih rendah dibandingkan tahun 2013 dan 2014. “Tekanan inflasi komponen Harga Diatur Pemerintah secara tahunan masih tinggi yang didorong oleh kenaikan harga bensin, bahan bakar rumah tangga, tarif angkutan udara, dan tarif angkutan dalam kota dalam setahun terakhir. Tekanan inflasi tahunan komponen Harga Bergejolak pada Desember kembali mengalami pelemahan dibandingkan bulan sebelumnya yang disebabkan oleh penurunan harga beberapa komoditas pangan, sehingga tekanan inflasi komponen Inti secara tahunan masih terkendali,” tuturnya.

Lebih lanjut Margo menyatakan, upaya yang bisa dilakukan dalam mengendalikan harga komoditas pangan yakni memperkuat pengelolaan stok terutama pada komoditas volatile foods; menjaga ketersediaan komoditas pangan yang dihasilkan dari luar daerah melalui kerjasama pengadaan pasokan antar provinsi; dan menciptakan kemandirian pangan dan mengurangi ketergantungan impor bahan pangan dengan menciptakan barang substitusinya.
Sebelumnya pada rapat TPID beberapa waktu lalu, Sekda Nuryakin mengungkapkan di tahun 2023 ini upaya untuk menekan angka inflasi di Kalteng diharapkan bisa lebih dimaksimalkan. “Kita berharap koordinasi dan komunikasi yang sudah terjalin selama ini harus kita optimalkan lagi apapun hasilnya,” imbuhnya.

