Palangka Raya – lintasberita1.com – Pertemuan antara perwakilan dari berbagai departemen pemerintah diadakan pada hari Kamis. Perwakilan dari Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian semuanya hadir dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dengan Mabes Polri bersama Kementerian/Lembaga tentang Kesiapan Pengamanan Idul Fitri 1444H/2023M. Rapat dihadiri secara virtual dari Aula Arya Dharma Polda Kalteng, Kamis (6/4/2023).
Menko PMK menyampaikan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada Jumat, 21 April 2023. Kementerian Perhubungan memproyeksikan jumlah pemudik akan mencapai 123,8 juta pada Lebaran 2023, yang sebagian besar akan menggunakan transportasi pribadi.
“Tahun lalu kita bersama berhasil melakukan pengamanan event mudik Lebaran 2022, dimana Bapak Presiden memberikan apresiasi dan masyarakat merasa puas atas kinerja pemerintah dalam penyelenggaraan serta penanganan arus mudik”, tutur Menko PMK.

Muhadjir meminta pengamanan ekstra pada acara mudik Lebaran 2023 karena diprediksi akan banyak pergerakan masyarakat tahun ini. Pada Idul Fitri 2023, terdapat 123,8 juta pergerakan masyarakat, meningkat 44,8 persen atau 38,3 juta jiwa dibandingkan jumlah pergerakan pada tahun 2022.
Presiden RI telah mengarahkan agar arus mudik diperhitungkan dengan tepat agar dapat dikelola dengan lebih baik. Panglima TNI dan Kapolri akan membuat rencana untuk mengelola arus dengan lebih baik. Rencananya akan mencakup detail tentang bagaimana mobil barang akan bergerak, rute alternatif, rekayasa jalan, harga tiket, tempat istirahat, dan stasiun pengisian bahan bakar.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, Polri akan menekan angka kecelakaan pada operasi intan mendatang dengan fokus pada analisis data dan anatomi kecelakaan dari tahun lalu. Mereka juga akan memasang peringatan di lokasi rawan kecelakaan dan memasang rambu portabel untuk mengingatkan orang agar menghindari area tersebut.
Ketiga, bekerja sama dengan pemangku kepentingan, antara lain Dinas Perhubungan dan Menteri Kesehatan untuk melakukan uji kelayakan kendaraan dan pemeriksaan kesehatan pengemudi di terminal atau titik keberangkatan mudik lainnya. Terakhir, bekerja sama dengan pemangku kepentingan, termasuk Dinas Perhubungan, Pemerintah Daerah, dan PUPR, untuk memastikan tersedianya infrastruktur pendukung, seperti perbaikan jalan yang rusak dan penambahan jumlah rambu.
Dedy mengatakan, data menunjukkan akan banyak masyarakat yang mudik Lebaran dalam beberapa hari ke depan. Operator transportasi di wilayah Kalimantan Tengah memperkirakan sekitar 72.000 orang akan menggunakan transportasi untuk mudik. Namun, transportasi laut dianggap sebagai cara paling umum untuk pulang, terhitung sekitar 30 persen dari semua rencana perjalanan.
Armada maritim memiliki tiga pelabuhan yang akan melayaninya, antara lain Pelabuhan Kumai, Pelabuhan Sampit, dan Pelabuhan Bahaur. Minimnya kapal di Pelabuhan Sampit dikhawatirkan pemerintah, dan dikatakan masih ada keterbatasan transportasi udara di Kabupaten Kotawaringin Timur. Yulindra berharap, Polda bersinergi dengan Kapolda agar pembatasan transportasi Idul Fitri tahun ini tergolong Over Dimension Over Loading (ODOL) yang berarti mengurangi kecelakaan lalu lintas. Sebuah studi menemukan bahwa transportasi darat, baik mobil pribadi maupun sepeda motor, memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pencemaran udara di wilayah Kalimantan Tengah.
Tampak hadir Unsur Forkopimda Prov. Kalteng, Kepala Jasa Raharja, Executive General Manager (EGM) AP (Angkasa Pura) II Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Perwakilan Basarnas Kalteng dan Perwakilan BMKG. Hadir secara virtual Panglima TNI Laksamana Yudo Margono serta sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju diantaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Menteri Perhubungan Budi Karya, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa adi, Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Henri Alfiand dan Kapolda se -Indonesia. *#TIM#* www.lintasberita1.com

