Presiden RI telah mengarahkan agar arus mudik diperhitungkan dengan tepat agar dapat dikelola dengan lebih baik. Panglima TNI dan Kapolri akan membuat rencana untuk mengelola arus dengan lebih baik. Rencananya akan mencakup detail tentang bagaimana mobil barang akan bergerak, rute alternatif, rekayasa jalan, harga tiket, tempat istirahat, dan stasiun pengisian bahan bakar.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (MMC)

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, Polri akan menekan angka kecelakaan pada operasi intan mendatang dengan fokus pada analisis data dan anatomi kecelakaan dari tahun lalu. Mereka juga akan memasang peringatan di lokasi rawan kecelakaan dan memasang rambu portabel untuk mengingatkan orang agar menghindari area tersebut.

Ketiga, bekerja sama dengan pemangku kepentingan, antara lain Dinas Perhubungan dan Menteri Kesehatan untuk melakukan uji kelayakan kendaraan dan pemeriksaan kesehatan pengemudi di terminal atau titik keberangkatan mudik lainnya. Terakhir, bekerja sama dengan pemangku kepentingan, termasuk Dinas Perhubungan, Pemerintah Daerah, dan PUPR, untuk memastikan tersedianya infrastruktur pendukung, seperti perbaikan jalan yang rusak dan penambahan jumlah rambu.

Dedy mengatakan, data menunjukkan akan banyak masyarakat yang mudik Lebaran dalam beberapa hari ke depan. Operator transportasi di wilayah Kalimantan Tengah memperkirakan sekitar 72.000 orang akan menggunakan transportasi untuk mudik. Namun, transportasi laut dianggap sebagai cara paling umum untuk pulang, terhitung sekitar 30 persen dari semua rencana perjalanan.