Palangka Raya, lintasberita1.com – Gubernur Kalteng, Bpk. H. Sugianto Sabran sangat memperhatikan dengan perkembangan sektor kelautan dan perikanan di Kalteng dan mendorong sektor ini untuk berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu langkah yang dilakukan adalah meningkatkan akses pasar bagi pelaku usaha perikanan. Di era digitalisasi saat ini sangat diperlukan masyarakat untuk mendukung semua program pemerintah khususnya di bidang kelautan dan perikanan sangat diperlukan untuk mempermudah para pelaku usaha perikanan dalam menjangkau konsumen.
Menyikapi program Gubernur Kalteng tersebut, Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Prov. Kalteng memberikan dukungan untuk memastikan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di sektor kelautan dan perikanan dengan baik. Salah satu aplikasi yang dikembangkan adalah aplikasi marketplace jual beli hasil perikanan Pro Ikan Makin Berkah. Demikian disampaikan Kepala Dislutkan Prov. Kalteng H. Darliansjah yang memimpin rapat hari ini di balai dinas setempat membahas aplikasi marketplace jual beli hasil perikanan Pro Fish semakin berkah.
“Program Gubernur Kalimantan Tengah terutama dalam pengembangan SPBE di sektor kelautan dan perikanan haruslah kita sambut dengan baik, dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sehingga pelayanan kelautan dan perikanan dapat terlaksana dengan lebih mudah, efektif, dan efisien,” kata Darliansjah.
Pada pertemuan yang dihadiri oleh SPBE Dislutkan Prov. Kalteng dijadwalkan mendengar dari Tim Cyber Home Klinik Bisnis Palangka Raya. Ketua Tim Cyber House, Muhammad Asary dalam paparannya menyampaikan bahwa Tim akan membantu membangun aplikasi marketplace ini untuk mengembangkan sumber daya perikanan.

“Aplikasi Pro Ikan Makin Berkah ini adalah sebuah terobosan baru jual beli ikan segar/hias, benih ikan, masakan ikan dan produk perikanan lainnya di Kalimantan Tengah dan merupakan platform belanja online pertama yang disesuaikan untuk wilayah Kalimantan Tengah dengan mengintegrasikan antara Produsen-Kurir-Konsumen lewat sebuah aplikasi digital,” ujar Muhammad Asary.
Darliansjah menyampaikan, “Salah satu aplikasi unggulan yang akan dibangun adalah aplikasi marketplace jual beli produk perikanan Pro Ikan Makin Berkah, yang merupakan gagasan Bapak Gubernur untuk meningkatkan akses pasar bagi para pelaku usaha perikanan yang bermanfaat untuk meningkatkan volume penjualan, meningkatkan pendapatan, meningkatkan pangsa pasar, memberikan kemudahan terhadap akses jual beli produk perikanan, sekaligus untuk mempromosikan produk-produk usaha perikanan dan menggiatkan GEMARIKAN (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan) untuk seluruh masyarakat Kalimantan Tengah.”
Aplikasi Jual Beli Hasil Perikanan Pro Ikan Makin Berkah ini akan memudahkan para pelaku usaha perikanan dalam memasarkan produknya dan memudahkan konsumen untuk memilih produk yang diinginkan sesuai dengan yang ditawarkan sehingga dapat membelinya tanpa harus bertemu muka dengan muka. Yang bisa dijual melalui aplikasi ini adalah seafood, baik produk ikan segar maupun olahan, aneka masakan seafood, atau barang-barang yang berhubungan dengan memancing seperti joran, aquarium, dan perlengkapannya.
Darliansjah menambahkan, “Kita harus optimis dan harus menyamakan persepsi kita dalam membangun aplikasi ini bahwa pemerintah daerah hadir secara nyata dalam memfasilitasi pasar pelaku usaha perikanan, banyak hal yang dapat kita jadikan bahan untuk perumusan-perumusan kebijakan untuk diteruskan kepada pimpinan sehingga dapat memetakan dalam hal capaian di sektor kelautan dan perikanan melalui aplikasi ini, dan selanjutnya aplikasi ini dibangun agar menjadi model bagi aplikasi-aplikasi lainnya di Kalimantan Tengah atau bahkan di Indonesia.”
“Semoga dengan strategi-strategi yang dilakukan pada tahun 2022 ini, aplikasi ini dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat, pelaku usaha dan pemangku kepentingan di Kalimantan Tengah,” ucapnya.
www.lintasberita1.com *#TIM#* (MMC)

