Sementara itu, Rosna Dewita memaparkan bahwa rencana kegiatannya adalah serangkaian seminar dan lokakarya yang ditujukan bagi pemuda di berbagai daerah di Kalimantan Tengah. “Kami akan memberikan edukasi tentang cara mengidentifikasi propaganda radikal di media sosial, selain itu juga untuk menumbuhkan toleransi dan persatuan di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan karakter pemuda yang tangguh dan cerdas serta tidak mudah tergoda oleh paham radikalisme. “Tujuan kami adalah untuk melahirkan generasi muda yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, bukan hanya sebagai penonton, tetapi juga sebagai katalisator perubahan,” tuturnya.

Selain perencanaan kegiatan pemuda, pertemuan tersebut juga membahas keberhasilan program “Kenali dan Peduli Lingkungan Sendiri” (KENDURI) yang telah dilaksanakan di Kabupaten Barito Selatan awal tahun ini. Tujuan dari program KENDURI adalah untuk mewujudkan Desa Siaga dan Tangguh dalam menghadapi ancaman terorisme.

Kegiatan KENDURI yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat, termasuk pemuda dan tokoh masyarakat, berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga keamanan lingkungan dari ancaman radikalisme. Program ini menjadi contoh yang baik untuk membangun ketahanan masyarakat di tingkat desa, yang diharapkan dapat ditiru di daerah lain di Kalimantan Tengah.