PALANGKA RAYA – www.lintasberita1.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 dan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 Tahun 2026 di Bundaran Besar Palangka Raya, Minggu (26/7/2026).
Kegiatan yang dihadiri ratusan peserta tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam memastikan terpenuhinya hak-hak anak sekaligus memperkokoh ketahanan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia.
Dalam laporannya, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden menyampaikan bahwa HAN tahun ini mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, sedangkan HARGANAS mengangkat tema “Ayah Wajib Hadir”.
Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan perlindungan dan pemenuhan hak anak, memperkuat peran keluarga dalam pengasuhan, mencegah stunting, serta mempererat sinergi antarperangkat daerah dalam mendukung visi pembangunan Kalimantan Tengah menuju Indonesia Emas 2045.
Sekda menjelaskan, rangkaian kegiatan melibatkan 815 peserta yang terdiri dari anak-anak PAUD, Forum Anak Daerah, serta keluarga penerima manfaat. Berbagai kegiatan dilaksanakan, di antaranya senam bersama, lomba mewarnai, gerakan ayah mengantar anak ke sekolah, sosialisasi pencegahan radikalisme di SMA/SMK, pembagian bantuan nutrisi bagi keluarga berisiko stunting, pelayanan pencetakan Kartu Identitas Anak (KIA), pemeriksaan kesehatan gratis, serta penguatan kemitraan pembangunan keluarga.
Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi sejumlah perangkat daerah bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran menegaskan bahwa peringatan HAN dan HARGANAS tidak boleh hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi momentum memperkuat kepedulian dan komitmen bersama dalam melindungi anak.
Menurutnya, setiap anak di Kalimantan Tengah harus memperoleh hak, perlindungan, serta kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah anak.
Gubernur juga mengingatkan berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, seperti pergaulan bebas, kekerasan, pelecehan, perkawinan usia dini, perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, hingga dampak negatif perkembangan teknologi terhadap kesehatan mental anak.
“Investasi terbesar bagi masa depan daerah bukan hanya pembangunan fisik, melainkan pembangunan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa generasi emas lahir dari keluarga yang kuat, penuh kasih sayang, serta lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak agar menjadi pribadi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
Karena itu, seluruh pihak diajak untuk bergotong royong memperkuat ketahanan keluarga sebagai pondasi utama dalam mewujudkan Kalimantan Tengah yang semakin maju dan sejahtera.
Mengakhiri sambutannya, Gubernur Agustiar Sabran mengajak masyarakat untuk terus membangun sinergi dalam menciptakan keluarga yang tangguh demi melahirkan generasi penerus yang unggul.
“Mari kita bersinergi bersama, bergotong royong bersama, berkolaborasi bersama, memperkuat ketahanan keluarga untuk membangun generasi emas,” ajaknya.
Ia berharap seluruh upaya tersebut mendapat ridho Tuhan Yang Maha Esa sehingga mampu membawa Kalimantan Tengah semakin berkah, maju, sejahtera, dan bermartabat menuju Indonesia Emas 2045. *#TIM#* www.lintasberita1.com

