Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi sejumlah perangkat daerah bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran menegaskan bahwa peringatan HAN dan HARGANAS tidak boleh hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi momentum memperkuat kepedulian dan komitmen bersama dalam melindungi anak.

Menurutnya, setiap anak di Kalimantan Tengah harus memperoleh hak, perlindungan, serta kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah anak.

Gubernur juga mengingatkan berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, seperti pergaulan bebas, kekerasan, pelecehan, perkawinan usia dini, perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, hingga dampak negatif perkembangan teknologi terhadap kesehatan mental anak.

“Investasi terbesar bagi masa depan daerah bukan hanya pembangunan fisik, melainkan pembangunan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa generasi emas lahir dari keluarga yang kuat, penuh kasih sayang, serta lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak agar menjadi pribadi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

Karena itu, seluruh pihak diajak untuk bergotong royong memperkuat ketahanan keluarga sebagai pondasi utama dalam mewujudkan Kalimantan Tengah yang semakin maju dan sejahtera.