Ia turut memberikan apresiasi kepada Kepala SMAN 2 Maliku, Fedrik Athur, yang dinilai mampu mengadaptasi sistem digital dengan baik meski berada di wilayah dengan tantangan geografis tersendiri.
“Saya memberikan apresiasi tinggi kepada Kepala SMAN 2 Maliku yang mampu mengadaptasi sistem digital ini secara matang di tengah tantangan yang ada,” katanya.
Menurutnya, langkah sekolah dalam memanfaatkan platform digital tidak hanya pada proses pembelajaran, tetapi juga dalam pelaksanaan ujian, menjadi bukti nyata transformasi pendidikan di Kalimantan Tengah.
“Langkah SMAN 2 Maliku ini adalah bukti bahwa transformasi pendidikan berbasis teknologi telah berjalan, khususnya di wilayah Kecamatan Maliku,” tambahnya.
Made juga menyoroti aspek integritas dalam pelaksanaan ujian berbasis digital yang dinilai lebih terjamin dibandingkan metode konvensional.
“Dengan sistem yang terintegrasi, potensi kecurangan dapat diminimalisir sehingga integritas ujian lebih terjaga dan hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kemampuan siswa,” jelasnya.
Selain itu, ia menilai penggunaan platform Kelas Digital Huma Betang turut memberikan dampak positif terhadap efisiensi kerja guru, terutama dalam proses penilaian.
“Sistem ini memungkinkan koreksi nilai dilakukan secara otomatis dan real time setelah ujian selesai, sehingga jauh lebih efisien dan akurat,” ujarnya.

