Palangka Raya – www.lintasberita1.com – Dunia pendidikan di Kalimantan Tengah mencatat lonjakan kemajuan signifikan sejak kepemimpinan Gubernur H. Agustiar Sabran memasuki tahun pertama. Berbagai program strategis yang telah diluncurkan menjadi kado istimewa bagi masyarakat pada momentum Peringatan Hari Guru 2025.

Salah satu program yang paling berdampak ialah Program Kuliah Gratis, yang kini telah membantu 3.060 mahasiswa di 33 perguruan tinggi se-Kalteng, dengan total anggaran Rp15,3 miliar.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menegaskan bahwa keberhasilan program membutuhkan kolaborasi seluruh pihak.

“Awalnya hanya di Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, kemudian diikuti oleh perguruan tinggi lainnya. Target kita mewujudkan program Satu Keluarga Satu Sarjana,” jelas Reza, Senin (24/11/2025).

Selain perguruan tinggi, sekolah juga ikut merasakan dampak perubahan besar. 34.270 siswa SMA/SMK/SKH menerima dana BOSDA sebagai bentuk pemerataan pendidikan gratis. Siswa baru dari keluarga miskin ekstrem memperoleh empat jenis seragam dan sepatu, sementara siswa mampu mendapat dua seragam agar distribusi lebih adil.

“Adil itu bukan berarti semua harus sama,” tegas Reza.

Para guru pun turut merasakan manfaat peningkatan kesejahteraan setelah TPP kembali dibayarkan melalui Pergub Nomor 34 Tahun 2025. Tambahan penghasilan diberikan sesuai jabatan dan lokasi tugas, termasuk insentif Rp500 ribu per bulan bagi guru di wilayah terpencil.

“Alhamdulillah akhirnya pembayaran TPP bisa diwujudkan kembali. Ini bentuk perhatian dan kecintaan Bapak Gubernur,” ujar Reza.

Guru dari SMK Negeri 1 Mentaya Hilir Selatan, Ayu Wantira, mengaku haru, sementara guru SMA Negeri 4 Buntok, M. Nor Edy Saputra, menyampaikan apresiasi atas keberpihakan pemerintah terhadap kesejahteraan guru.

Dengan deretan kebijakan yang menyentuh langsung masyarakat, dunia pendidikan di Kalteng dinilai semakin maju dan inklusif. *#TIM#* www.lintasberita1.com