Atas keluhan itu, pada waktu yang sama Camat Arutara, M. Nursyah Ikhsan berasama pihak kelurahan, anggota Koramil dan Polsek, Rabu pagi mendatangi pos itu guna memberikan pendapat dan saran serta semangat kepada warga setempat. Camat berharap semua unsur harus saling membantu mengingat selama ini masyarakat sudah banyak korban tenaga, fikiran bahkan harta benda.
“Kita perkuat dan lebih selektif bagi semua tamu yang masuk di kelurahan Pangkut. Dan ini akan bisa terwujud dengan cara kerjasama yang baik semua pihak,” jelas Ikhsan.

Menurutnya, kepedulian masyarakat selama ini dalam menanggulangi pandemi covid-19 patut diacungi jempol. Hal itu terlihat berdirinya pos-pos penjagaan pada pintu masuk di seluruh desa se Kecamatan Arut Utara. Dan itu merupakan kerjasama antara pihak desa dan warga.
“Secara umum kepedulian warga Pangkut umumnya seluruh masyarakat Arut Utara sangatlah baik. Semua ingin menyelalamatkan daerahnya dari penyebaran virus ini. Kita pertahankan zona hijau ini hingga pandemi ini berakhir,” paparnya.
Untuk diketahui, pos di Kelurahan Pangkut sendiri awalnya ada tiga, yakni pos 1 di jalan pintu masuk Pangkut sebrang, pos 2 depan Kantor Polsek RT 06 Terminal dan pos 3 Sungai Seribu. Karena dianggap penjagaanya kurang maksimal dan menjadi jalan tikus bagi para pendatang yang ingin menghindari pos 1 dan 2, maka jalan menuju Sungai Seribu tersebut saat ini diputus dengan menggunakan alat exavator.

