Palangka Raya – www.lintasberita1.com – Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat transformasi pembelajaran berbasis digital. Hal tersebut ditegaskan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, saat memimpin Rapat Koordinasi bersama seluruh Kepala Sekolah se-Kalimantan Tengah yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (4/2/2026).
Dalam arahannya, Reza Prabowo menyampaikan bahwa tren pembelajaran digital di Kalimantan Tengah menunjukkan perkembangan yang cukup positif. Berdasarkan hasil pemantauan langsung, pemanfaatan papan tulis digital serta Kelas Digital Huma Betang mulai diakses secara aktif oleh para guru di berbagai satuan pendidikan.
“Saya lihat dari hari ke hari trennya cukup baik. Ketika saya login dan cek, sudah banyak guru kita yang mulai mengakses kelas digital Huma Betang. Dari situ juga bisa terlihat apakah gurunya benar-benar mengajar atau tidak,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pembenahan sistem akan terus dilakukan. Peningkatan kualitas aplikasi dinilai sangat penting agar proses pembelajaran digital berjalan lancar dan semakin efektif. Evaluasi teknis akan dilakukan secara berkelanjutan agar setiap kendala dapat segera diatasi.
Reza juga meminta agar penggunaan Kelas Digital Huma Betang dibiasakan secara rutin oleh seluruh guru. Sebelum memulai pembelajaran menggunakan papan tulis digital, guru diharapkan sudah login terlebih dahulu sebagai bagian dari budaya kerja baru di era digitalisasi pendidikan.
Menurutnya, pemanfaatan kelas digital tidak hanya berfungsi sebagai absensi siswa, tetapi juga sebagai sarana monitoring dan pengawasan pembelajaran oleh Dinas Pendidikan. Saat dilakukan pemantauan, guru diharapkan sudah aktif, baik kamera maupun suara, sehingga proses belajar mengajar dapat dipastikan berjalan.
“Ke depan, bukan hanya saya yang melakukan pengecekan. Pak Gubernur Agustiar Sabran juga bisa memantau langsung melalui perangkat digitalnya, melihat kelas mana yang sedang login, apa yang sedang dipelajari, dan apakah gurunya benar-benar ada di kelas,” tegasnya.
Lebih lanjut, Reza menekankan bahwa keandalan sistem digital ini akan diuji tidak hanya dari sisi aplikasi, tetapi juga kesiapan dan kemampuan sumber daya manusia. Ia mengingatkan bahwa kepala sekolah merupakan wajah Dinas Pendidikan di setiap satuan pendidikan, sehingga harus adaptif dan responsif terhadap perkembangan teknologi.
Selain pembelajaran digital, Reza juga menyoroti tren positif program pembelajaran bahasa asing gratis yang disediakan pemerintah. Namun, ia masih menemukan beberapa sekolah yang belum bergabung, padahal seluruh fasilitas dan akses telah disiapkan tanpa pungutan biaya bagi peserta didik.
Menurutnya, pembelajaran berbasis digital menjadi kunci lompatan kemajuan pendidikan di Kalimantan Tengah. Ia berharap seluruh kepala sekolah dan tenaga pendidik memberi perhatian serius agar transformasi digital pendidikan dapat berjalan optimal dan merata di seluruh wilayah. *#TIM#* www.lintasberita1.com
Terkait

