“Insyaallah tahun 2026 ini akan ada penambahan jumlah sekolah yang mendapatkan bantuan revitalisasi. Saat ini masih dalam proses pengusulan, verifikasi, dan validasi,” jelasnya.

Ia menegaskan pemerintah daerah terus berupaya menyiapkan berbagai kebutuhan pendukung agar program revitalisasi berjalan optimal, termasuk kesiapan lokasi serta perencanaan anggaran yang efisien tanpa mengurangi kualitas pembangunan.

Selain revitalisasi sekolah, pemerintah daerah juga terus mengakselerasi program digitalisasi pembelajaran sebagai salah satu prioritas utama pembangunan pendidikan.

“Kita terus menggalakkan dua fokus utama, yaitu digitalisasi pembelajaran dan revitalisasi sekolah. Ini menjadi program prioritas pemerintah pusat yang juga kami dukung penuh di daerah,” ujarnya.

Dalam implementasinya, Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah telah mendorong sistem pembelajaran berbasis hybrid serta pengembangan modul pembelajaran tiga dimensi yang lebih interaktif.

Menurutnya, pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya imajinasi dan pemahaman peserta didik sehingga proses belajar menjadi lebih menarik, efektif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Kita menyiapkan modul-modul pembelajaran yang lebih interaktif agar anak-anak lebih mudah memahami materi dan mampu berimajinasi dengan baik,” tutupnya. *#TIM#* www.lintasberita1.com