Palangka Raya, lintasberita1.com – Mangaruhi adalah tradisi budaya suku Dayak yang identik dengan teknik mencari atau menangkap ikan hanya dengan menggunakan tangan kosong di sebuah kolam berlumpur. Dalam serangkaian lomba FBIM tahun 2022 ini, lomba mangaruhi dilaksanakan di UPT. Taman Budaya Kalteng, Sabtu (21/5/2022).
Juri lomba mangaruhi ini ada 3 orang, yakni Fahrudi, Maliaki, dan Liberti. “Tata cara penangkapan lomba mangaruhi ini tidak boleh menggunakan alat, kecuali menggunakan tangan. Lalu, ikan yang ditangkap pada saat itu juga tidak boleh mati,” ucap salah satu juri, Fahrudi.
Fahrudi juga menjelaskan bahwa lomba mangaruhi ini terdapat 2 sesi, dimana masing-masing sesi dikasih waktu 10 menit. Ia berharap kegiatan ini bisa menjadi event melestarikan budaya nenek moyang agar tidak punah. “Selain itu diharapkan agar populasi ikan kita tetap terjaga dengan tidak menggunakan bahan-bahan kimia yang dapat merusak ekosistem,” ungkapnya.

Lomba mangaruhi ini juga turut disaksikan oleh Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran beserta keluarga besar dan Ketua TP PKK Prov. Kalteng Ibu Ivo Sugianto Sabran.

