Sementara itu, Ketua Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso dalam laporannya mengatakan perekonomian di Indonesia mulai pulih dan didukung oleh penanganan kasus Covid-19 yang semakin baik dalam beberapa tahun terakhir. Wimboh Santoso mengatakan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga yang ditunjukkan dengan terjaganya stabilitas dan indeks keuangan, serta membaiknya berbagai indikator keuangan lainnya. Ia mengatakan dalam menghadapi tantangan 2022, antara lain penanganan pandemi, normalisasi kebijakan di negara maju, permintaan global yang mendorong inflasi dan perubahan iklim serta mitigasi risikonya, OJK telah menyiapkan berbagai kebijakan di sektor jasa keuangan pada 2022.

Pertama, OJK akan terus meningkatkan sektor jasa keuangan dalam mendukung percepatan pemulihan ekonomi Nasional dengan memberikan insentif bersama Pemerintah dan OJK serta pembiayaan kepada sektor komoditas prioritas Pemerintah termasuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Kedua, mempersiapkan sektor keuangan dalam menghadfapi normalisasi kebijakan di Negara maju dan domestik diantaranya mendorong konsolidasi sektor jasa keuangan, penataan industry reksa dana dan penguatan tata kelola industry pengelolaan investasi serta percepatan dan penyelesaian reformasi IKNB.
Ketiga, mengembangkan sektor ekonomi baru diantaranya pendirian pasar karbon dan pengurangan emisi efek rumah kaca. Keempat, memperluas akses keuangan masyarakat. Terakhir, transformasi digital sektor jasa keuangan.

