“Semangat untuk bangkit dari kebodohan dan kemiskinan harus terus digaungkan, baik di SMA, SMK, maupun SKH,” tegasnya.
Reza menambahkan bahwa berbagai poin dalam pidato Menteri telah diimplementasikan di Kalimantan Tengah. Di antaranya, digitalisasi pendidikan yang sedang berjalan, dan rencana pembangunan Sentra Produksi Pangan dan Gizi (SPPG) di 14 kabupaten/kota sebagai pendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai diluncurkan tahun ini.
“Lokasi SPPG dirancang dekat sekolah agar distribusi makanan lebih mudah dan melibatkan siswa dalam prosesnya,” jelasnya.
Disampaikan pula bahwa Kalimantan Tengah mendapat kepercayaan besar dalam program ketahanan pangan nasional. Untuk itu, Reza mendorong penguatan kembali program vokasional dan kewirausahaan di SMK, terutama yang berorientasi pada produksi pangan mandiri.
“Ini adalah bentuk dukungan konkret kita terhadap program Presiden Bapak Prabowo Subianto dan sejalan dengan visi Gubernur H. Agustiar Sabran,” imbuhnya.
Reza juga mendorong sinergi antar MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) untuk mendirikan koperasi sekolah di tiap kabupaten/kota. Koperasi ini diharapkan dapat menjadi sarana pemasaran produk hasil karya siswa dari SMA, SMK, dan SKH.
“Silakan konsolidasi, usahakan setiap MKKS punya koperasi. Kita punya banyak produk siswa, mari pasarkan melalui koperasi tersebut,” ungkapnya.

