“Saya mengharapkan rapat koordinasi ini dapat menjabarkan strategi-strategi yang akan dilakukan dalam upaya Percepatan Penurunan AKI dan AKB di Provinsi Kalimantan Tengah, dan hasil rapat akan dilaporkan kepada Bapak Sekda Prov. Kalteng,” pungkas Adi.
Sementara itu, Narasumber dari POGI Cabang Palangka Raya Rully P. Adhi dalam paparannya menyampaikan bahwa untuk lingkup ASEAN, AKI di Indonesia menempati urutan terburuk kedua setelah Myanmar, sedangkan untuk AKB urutan ketiga terburuk setelah Myanmar dan Laos. Sedangkan untuk Prov. Kalteng, AKI dan AKB pada tahun 2023 juga mengalami peningkatan.
“Strategi yang perlu dilakukan antara lain melalui pemberdayaan masyarakat, penguatan tata kelola, peningkatan akses layanan, dan peningkatan kualitas layanan, “terangnya.
“Diperlukan peningkatan peran multisektor dalam upaya penurunan AKI, AKB dan juga stunting, diantaranya adalah melalui pembangunan jalan/jembatan, penyediaan air bersih dan sanitasi, sarana transportasi, sarana komunikasi, listrik dll,” pungkas Rully.
Rapat dihadiri pula oleh Kepala Bidang Sosial Budaya dan Pemerintahan Bappedalitbang Prov. Kalteng, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Prov. Kalteng, Perwakilan dari Perangkat Daerah terkait, Kepala Kantor Wilayah/Instansi Vertikal, Organisasi Profesi, serta undangan lainnya.

