PALANGKA RAYA – www.lintasberita1.com – Harapan masyarakat terhadap perbaikan Jalan HM Arsyad di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, mulai menemui titik terang. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengalokasikan anggaran Rp9,72 miliar untuk peningkatan ruas jalan tersebut.

Menanggapi proyek tersebut, DPRD Kalteng meminta pelaksana pekerjaan mengutamakan mutu konstruksi agar perbaikan jalan dapat bertahan dalam jangka panjang.

Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Abdul Hafid, menilai anggaran yang dialokasikan cukup untuk menangani kerusakan di sejumlah titik Jalan HM Arsyad. Namun, ia mengingatkan besarnya anggaran harus diikuti pengerjaan yang profesional, transparan, serta sesuai standar teknis.

“Untuk anggaran sebesar itu, saya rasa sudah cukup untuk memperbaiki aspal Jalan HM Arsyad yang terkelupas. Terpenting sekarang adalah pelaksanaannya harus sesuai kebutuhan agar hasilnya berkualitas dan awet,” kata Hafid, Senin (27/7/2026).

Menurutnya, kerusakan jalan tidak boleh dipandang sebelah mata karena berpotensi membahayakan pengguna jalan. Kondisi tersebut semakin berisiko saat hujan ketika permukaan jalan licin dan lubang tertutup genangan air.

Karena itu, Hafid berharap penanganan dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya bersifat sementara melalui tambal sulam.

Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan tersebut merupakan bagian dari paket Peningkatan Jalan Sampit–Samuda.

Proyek dengan nilai kontrak Rp9,72 miliar tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalteng dan memiliki waktu pelaksanaan 150 hari kalender, terhitung sejak 20 Juli hingga 16 Desember 2026.

Hafid berharap seluruh tahapan pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal tanpa mengorbankan kualitas konstruksi.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan merupakan investasi jangka panjang pemerintah sehingga setiap tahapan pekerjaan harus memenuhi standar kelayakan teknis.

“Jangan sampai karena mengejar waktu, kualitas pekerjaan justru dikorbankan. Jalan ini digunakan masyarakat setiap hari sehingga hasil pekerjaannya harus benar-benar memenuhi standar,” ujarnya.

Hafid juga mengajak masyarakat ikut melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek. Menurutnya, kontrol publik dapat membantu memastikan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi dan anggaran yang telah ditetapkan.

“Saya berharap masyarakat ikut turun tangan mengawasi. Kalau ada pekerjaan yang dirasa tidak sesuai, silakan sampaikan kepada pihak terkait agar segera dibenahi. Pengawasan bersama akan membuat pembangunan lebih tepat sasaran,” katanya.

Selain mutu konstruksi, Hafid mengingatkan pentingnya aspek keselamatan kerja dan kelancaran lalu lintas selama proyek berlangsung.

Mobilitas alat berat di ruas Jalan HM Arsyad yang relatif sempit dinilai berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan apabila tidak diatur dengan baik.

“Karena kita tahu ruas jalannya sempit, saya mengimbau masyarakat untuk mengurangi kecepatan dan ekstra hati-hati saat melintasi lokasi proyek. Keselamatan para pekerja maupun pengguna jalan harus menjadi prioritas bersama,” pungkasnya. *#TIM#* www.lintasberita1.com