“Hal ini dapat dilihat dari penggunaan listrik yang semakin meningkat. Terlebih dalam mekanisme PLTU yang menggunakan batu bara. Kemudian semakin berkembangnya sektor industri tanpa dilengkapi prosedur pengolahan limbah yang baik dan bencana seperti kebakaran lahan gambut,” ungkapnya.
Bahwa kebakaran lahan gambut, seperti kultur di Kalteng sangat potensi dalam menyumbang rusaknya lingkungan. Dimana kebakaran gambut dari sisi lingkungan hidup dapat menyebabkan pemanasan global yang berdampak pada ketidakstabilan alam.
“Oleh itu, saya harap generasi muda di Kalteng dapat membuat terobosan inovasi dalam mengatasi persoalan ini. Di UPR sendiri sudah berdiri center of Excelent Terkait gambut, yakni PPIIG dan peat techno park,” Ucapnya.
Andrie Elia berharap generasi muda dapat mencegah terjadinya perusakan alam dengan cara mitigasi, adaptasi dan mendukung restorasi ekosistem dan perubahan iklim.
“UPR berkomitmen untuk menjaga kawasan hutan demi mendukung pengendalian lingkungan terhadap perubahan iklim. Saya civitas UPR, khususnya mahasiswa harus mendukung dan suksesnya komitmen ini,” Tutupnya
uprjayaraya.com
www.lintasberita1.com (RSM/ Foto:HumasUPR)

